Tazkirah #2

Hidayah yang sedikit, ra'yu (fikiran) yang rusak, kebenaran yang tersembunyi, hati yang bobrok, ingatan yang lemah, waktu yang terbuang sia-sia, makhluk yang menjauhinya, takut berhubungan dengan Rabbnya, doa yang tidak dimakbulkan, hati yang keras, rizki dan umur yang tidak berbarokah, terhalangi dari ilmu, diliputi kehinaan, direndahkan oleh musuh, dada yang sempit, mendapatkan teman-teman jahat yang merusak hati dan membuang-buang waktu, kesedihan dan kegundahan yang panjang, kehidupan yang menyesakkan dan pikiran yang kacau semua itu merupakan buah kemaksiatan dan akibat kelalaian dari dzikrullah, seperti halnya tertumbuhan subur dengan air dan kebakaran bermula dari sepercik api. Begitupun sebaliknya, semua kebalikan dari hal-hal tersebut di atas merupakan buah dari ketaatan
Dari Al-Fawaid, Ibnul Qayim, hal 43.
Ibnul Jauzi berkata, "Barang siapa memperhatikan kehinaan yang dirasakan oleh saudara-saudara nabi Yusof as ketika mereka berkata; Mohon 'bersedekahlah kepada kami!', niscaya ia akan mengerti akibat buruk dari kesalahan meskipun telah diikuti dengan taubat. Sebab seseorang yang punya baju robek kemudian menjahitnya tidak sama dengan orang yang memiliki baju baru.
Waspadalah terhadap kejahatan yang disepelekan. Ia mungkin saja dapat membakar negeri. Wahai yang senantiasa tergelincir, mengapa kau tidak memperhatikan apa-apa yang membuatmu tergelincir?!
Dari 'Nasehat-nasehat Rasullullah saw. Penawar lelah pengemban dakwah', Nasehat ke-19.